Susunan tim nasional Tim utama

Indonesia
Lambang asosiasi
Julukan Merah Putih
Asosiasi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia
Konfederasi AFC (Asia)
Pelatih Benny Dollo
Kapten Charis Yulianto
Penampilan terbanyak Bambang Pamungkas (87)
Pencetak gol terbanyak Bambang Pamungkas (34)
Stadion kandang Stadion Utama Gelora Bung Karno
Kode FIFA IDN
Peringkat FIFA 137
Peringkat FIFA tertinggi 76 (September 1998)
Peringkat FIFA terendah 153 (Desember 2006)
Team colours Team colours Team colours
Team colours
Team colours
Kostum kandang
Team colours Team colours Team colours
Team colours
Team colours
Kostum tandang
Pertandingan internasional pertama
Cina 2 – 0 Hindia-Belanda
(Filipina; 5 Mei 1934)
India 3 – 0 Indonesia
(India; 4 Mei 1951)
Kemenangan terbesar
Indonesia 13 – 1 Filipina
(Jakarta, Indonesia; 23 Desember 2002)
Kekalahan terbesar
Denmark 9 – 0 Indonesia
(Kopenhagen, Denmark; 3 September 1974)
Piala Dunia
Penampilan 1 (Pertama kali pada 1938)
Hasil terbaik Babak 1 (1938, sebagai Hindia-Belanda)
Piala Asia
Penampilan 4 (Pertama kali pada 1996)
Hasil terbaik Babak 1 (1996, 2000, 2004, 2007

Pelatih: Benny Dollo

No. Pos. Nama Tanggal lahir/Usia Penampilan Klub
GK Achmad Kurniawan 31 Oktober 1979 N/A Persik Kediri
GK Feri Rotinsulu 28 Desember 1982 N/A Sriwijaya FC
1 GK Markus Harison Ririhina 14 Maret 1981 4 PSMS Medan
DF Muhammad Roby 12 September 1985 N/A Persik Kediri
DF Erol Franciskus Xaverius Iba 6 Agustus 1979 9 Pelita Jaya
DF Ismed Sofyan 28 Agustus 1979 41 Persija Jakarta
DF Ricardo Salampessy 18 Februari 1984 12 Persipura Jayapura
DF Maman Abdurachman 12 Mei 1982 10 Persib Bandung
DF Charis Yulianto Kapten 11 Juli 1978 16 Sriwijaya FC
DF Nova Arianto 4 November 1978 1 Persib Bandung
DF Rachmat Latief 27 November 1988 N/A PSM Makassar
DF Isnan Ali 15 September 1979 16 Sriwijaya FC
MF Arif Suyono 3 Januari 1984 N/A Arema Malang
MF Ellie Aiboy 20 April 1979 33 PSMS Medan
MF Hariono 2 Oktober 1985 2 Persib Bandung
MF Ponaryo Astaman 25 September 1979 40 Persija Jakarta
MF Firman Utina 15 Desember 1981 16 Pelita Jaya
MF Pieter Rumaropen 13 November 1983 24 Persiwa Wamena
FW Boaz Solossa 16 Maret 1986 9 Persipura Jayapura
13 FW Budi Sudarsono 19 September 1979 32 Sriwijaya FC
FW adi bangsawan 14 agustus 1993 N/A A.S. Roma
20 FW Bambang Pamungkas 10 Juni 1980 46 Persija Jakarta

Cadangan

No. Pos. Nama Tanggal lahir/Usia Penampilan Klub
GK Dian Agus Prasetyo 3 Agustus 1985 N/A Pelita Jaya

Susunan tim nasional saat ini [1]

[sunting] Kostum

Kostum tim nasional Indonesia tidak hanya merahputih sebab ada juga putih-putih, biru-putih, dan hijau-putih. Menurut Bob Hippy, yang ikut memperkuat timnas sejak tahun 1962 hingga 1974, kostum Indonesia dengan warna selain merah-putih itu muncul ketika PSSI mempersiapkan dua tim untuk Asian Games IV1962, Jakarta.

Saat itu ada dua tim yang diasuh pelatih asal Yugoslavia, Toni Pogacnic, yakni PSSI Banteng dan PSSI Garuda. Yang Banteng, yang terdiri dari pemain senior saat itu, seperti M. Zaelan, Djamiat Dalhar, dan Tan Liong Houw, selain menggunakan kostum merah-putih juga punya kostum hijau-putih. Sedangkan tim Garuda, yang antara lain diperkuat Omo, Anjik Ali Nurdin, Ipong Silalahi, dan saya sendiri, juga dilengkapi kostum biru-putih. Tetapi, setelah terungkap kasus suap yang dikenal dengan “Skandal Senayan“, sebelum Asian Games IV-1962, pengurus PSSI hanya membuat satu timnas. Itu sebabnya, di Asian Games IV-1962, PSSI sama sekali tidak mampu berbuat apa-apa karena kemudian kedua tim itu dirombak. Selanjutnya digunakan tim campuran di Asian Games.

Mulyadi (Fan Tek Fong), asisten pelatih klub UMS, yang memperkuat timnas mulai tahun 1964 hingga 1972, menjelaskan bahwa setelah dari era Asian Games, sepanjang perjalanan timnas hingga tahun 1970-an, PSSI hanya mengenal kostum merah-putih dan putih-putih. Begitu juga ketika timnas melakukan perjalanan untuk bertanding di sejumlah negara di Eropa pada tahun 1965. Saat itu setiap kali bermain, kita hanya menggunakan merah-putih dan putih-putih dengan gambar Garuda yang besar di bagian dada hingga ke perut. Seragam hijau-putih kembali digunakan saat mempersiapkan kesebelasan pra-Olimpiade 1976, dan kemudian digunakan pada arena SEA Games XI-1981 Manila. “Begitu juga ketika Indonesia bermain di Thailand, di mana saat itu Indonesia menjadi runner-up Kings Cup 1981,” kata Ronny Pattinasarani yang memperkuat PSSI tahun 1970-1985.

Di Piala Asia 2007 yang digelar mulai 8 Juli hingga Minggu 29 Juli, Nike juga telah mendesain kostum tim nasional Indonesia, tetapi kali ini bukan hijau-putih, melainkan putih-hijau. Tentu tetap dengan detail yang sama, seperti Garuda yang selalu bertengger di dada.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: